gram news
Mutiara Hikmah Salaf channel avatar

Mutiara Hikmah Salaf

@mutiarahikmah_krw

Berbagi Kisah Para Nabi, Sahabat Nabi, Shalafush Shaleh, Tabi'ut Tabi'in, Hadist, Qoul, Fatwa, Ulama 'Ahlussunnah beserta sumber dan faidahnya. Channel WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029VaE

ProjectsPT

83subscribers

Open the Channel

Latest posts

  • Mutiara Hikmah Salaf

    22 Sept, 03:45

    "Rasulullah ﷺ tidaklah berbicara dengan jelek juga tidak berbuat buruk. Rasullullah juga sering menyampaikan; Sungguh, termasuk sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya"✍🏻 : [ HR Bukhari no. 3559 dan Muslim no. 2321 ]Tatakrama berbahasa. Sebuah nilai yang harus diajarkan dan ditanamkan sejak kecil.Sedih rasanya jika anak kecil tidak beradat bahasa dengan yang lebih tua. Hati berduka saat anak membentak ayah ibunya. Hilang rasa hormat dari yang mengaku keturunan raja-raja karena kata-katanya mencerca. Prihatin betul jika yang punya kuasa suka mencela.Suami istri sekalipun sedang marah, tolonglah jangan mencaci-maki.Susah hati ini ketika ada murid bicara kasar terhadap guru-gurunya. Walaupun tidak sependapat, bahkan benci, bukan alasan untuk menghapus tatakrama berbahasa.Ilmu tanpa adab, tidak ada harganya. Maka, jadilah payung-payung adab yang meneduhkan. Baik
  • Mutiara Hikmah Salaf

    22 Sept, 03:45

    Berteduh dibawah Payung AdabIlmu dan adab tidak boleh dipisahkan. Ilmu tidak ada artinya tanpa adab. Dan adab tidak mungkin diketahui tanpa menuntut ilmu.Percuma pandai bila kurang adab. Apa yang dibanggakan dari darah bangsawan jika kehilangan adab. Untuk apa jabatan tinggi kalau tidak beradab.Tanpa adab, cantik dan tampan tidak bernilai. Tanpa adab, kekayaan dan harta tiada guna. Tanpa adab, yang nampak bagus berubah buruk. Tanpa adab, yang lahiriah nya menarik menjadi dibenci.Biar dikata jelek, dengan adab menjadi cantik dan tampan. Biar tidak pandai, dengan adab lebih dihormati. Biar rakyat jelata, dengan adab pasti dimuliakan. Biar miskin, asalkan beradab tentu berwibawa.Muhammad bin Sirin dalam kitab 📚 : [ Al Jami' Li Akhlaqir Rawi, 1/79 ] bercerita,"Mereka (kaum Salaf) mempelajari adab sebagaimana mempelajari ilmu"Kemudian, dinukil dari Makhlad bin Al Husain dalam
  • Mutiara Hikmah Salaf

    20 Sept, 07:54

    "Kita semua diperintah untuk berdakwah di jalan Allah Tabaaraka wa Ta'ala dengan metode yang baik, dengan cara yang membuat orang puas. Dengan hujjah yang jelas, dengan hikmah, dengan halus, dengan lemah lembut, dengan kasih sayang, sebagaimana dahulu Rasulullah ﷺ dan para sahabat Beliau yang mulia menyampaikan ilmu, yaitu diiringi akhlak-akhlak mulia dan sifat-sifat luhur; lemah lembut dan penuh kasih sayang"Kemudian, menerangkan bahwa dakwah Islam tersebar luas dan merata di zaman Rasulullah ﷺ dan di masa para sahabat, karena metode yang dipilih adalah metode berakhlak baik. Padahal, masyarakat yang disasar saat itu bermacam-macam suku dan bangsa. Dengan mengedepankan sabar, bijaksana, amanah, jujur, kehormatan, menepati janji, dan sifat-sifat terpuji lainnya, Islam dapat diterima dengan baik.Selanjutnya,"Akhlak-akhlak luhur semacam inilah yang dilihat oleh orang-orang sehingga
  • Mutiara Hikmah Salaf

    20 Sept, 07:54

    Bernama AdabAmbil contoh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.Dua kitab hadis yang telah diterima oleh seluruh umat Islam sejak dahulu kala karena menghimpun hadis-hadis sahih dari Rasulullah. Di dalam kedua kitab tersebut, ada pembahasan khusus tentang adab.Sebenarnya, Al Imam Bukhari di dalam Sahih nya, pada kitab ke- 78 , telah menyebutkan hadis-hadis yang terkait adab dan menyusunnya menjadi banyak bab. Namun, Al Bukhari belum merasa cukup. Sehingga Beliau pun menyusun hadis-hadis adab di dalam kitab tersendiri, yang terpisah dari Sahih Bukhari.Kitab tersebut dikenal dengan sebutan Al Adabul Mufrad.Menurut Ibnu Hajar, Al Adabul Mufrad adalah,"Kitab yang berisikan hadis-hadis tambahan di luar Sahih Bukhari, sedikit atsar mauquf (dari sahabat), dan manfaatnya sangat banyak".Al Adabul Mufrad terdiri dari 1322 hadis yang disusun menjadi 644 bab.Fakta ini untuk menyadarkan kita
  • Mutiara Hikmah Salaf

    30 Aug, 07:12

    Tingkatan ThullabAmirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu membagi penuntut ilmu menjadi 3 golongan :1. Ahli SyubhatMereka adalah orang-orang yang buta dan tidak memiliki mata hati. Kondisi mereka sangat rentan terkena syubhat paling kecil sekalipun. Hanya dengan terpapar syubhat golongan ini langsung dikuasai keraguan dan kebingungan sehingga menyeretnya kepada bid’ah-bid’ah dan kesesatan.2. Ahli SyahwatMereka ada dua jenis : - Pertama : orang yang mencari dunia dengan ilmunya. Ilmunya hanya sekedar alat untuk meraih materi. - Kedua : orang yang mencari dunia bukan dengan ilmunya. Jenis kedua ini ada dua macam :A. Tujuan dari dunianya sekedar mencari kelezatan dan memuaskan syahwatnya saja. Orang ini brangkas dari keinginannya dan tunduk kepada dunianya.B. Orang yang tujuannya sekedar mengumpulkan dan menimbunnya.Mereka semua ini bukan termasuk da’i kepada
  • Mutiara Hikmah Salaf

    30 Aug, 07:12

  • Mutiara Hikmah Salaf

    18 Aug, 15:58edited

    Kemudian Ibnul Qayyim rahimahullah melanjutkan dalam 📚 : [ Al Fawaid, 194 ],"Termasuk penyakit tersembunyi adalah ketika hamba berada di dalam nikmat yang Allah berikan dan pilihkan untuknya, namun ia merasa jemu. Karena kebodohannya, ia ingin berganti kepada sesuatu yang ia anggap akan lebih baik "Beliau melanjutkan,"Rabb nya, dengan rahmat Nya, tidak membuatnya keluar dari nikmat tersebut. Allah memberinya udzur karena kebodohan hamba dan pilihan yang salah untuk dirinya. Sampai pada batas ia merasa sesak dengan nikmat itu, dia benci, merasa tersiksa, dan sudah menguasainya, Allah pun mencabut nikmat tersebut""Setelah ia berpindah kepada yang diinginkan, barulah ia melihat perbedaan antara yang sebelumnya dan yang setelahnya, maka bertambahlah kecewa dan sesalnya. Ia ingin kembali seperti yang dulu lagi", tutup Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.Maka, tidak ada pilihan seindah
  • Mutiara Hikmah Salaf

    18 Aug, 15:58

    Jenuh itu, Membunuh.Jenuh itu membunuh. Membunuh perasaan hingga hilang tak berbekas. Jika sudah datang jenuh, yang manis berubah pahit, yang indah menjadi menyeramkan, dan yang baik-baik seolah buruk semua.Jenuh itu musuh. Musuh yang berselimut di dalam kita punya tubuh.Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dalam kitabnya 📚 : [ Al Fawaid, 181 ] mengingatkan,"Untuk hamba, tidak ada hal yang lebih bermadharat bila dibandingkan rasa jenuh akan nikmat-nikmat yang Allah berikan. (Jika sudah jenuh) Ia tidak lagi memandangnya sebagai nikmat, ia tidak bisa bersyukur, tidak bisa bahagia, bahkan ia membenci nikmat-nikmat itu, mengeluhkannya, dan menganggapnya sebagai musibah. Demikianlah, padahal hal tersebut termasuk nikmat terbesar yang Allah berikan untuknya"Bosan itu membalikkan. Membalikkan akal sehat, membalikkan budi pekerti. Akal sehat seperti hilang tidak digunakan, budi pekertinya
  • Mutiara Hikmah Salaf

    16 Aug, 12:32edited

    📖 : [ QS Maryam : 4 ]Itulah mengapa, doa juga termasuk bagian dari Ibadah yang bernilai pahala dan disukai Allah, artinya, kita sebagai hamba tetap butuh kepada sang Maha Kuasa tanpa menyombongkan diri dan merasa "bisa sendiri" tanpa bantuan dari-Nya.Semoga yang sedikit ini bermanfaat, barakallahu fiikum ajma'in.✍🏻 : Karawang, 16 Agustus 2026 | 3 Rabi'ul Awwal 1448 H 🏷️ Saluran WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029VaEoaDH8fewojMIGUD3J 📱Grup WA : https://chat.whatsapp.com/D9DZxLZewuj5ZMdMy1n9N9 📪 Telegram : http://t.me/mutiarahikmah_krw
  • Mutiara Hikmah Salaf

    16 Aug, 12:32edited

    Berdoa dari A sampai ZAda masalah pelik. Sangat rumit, berbelit-belit, dan terasa sulit. Ah, masalah tak hanya satu. Bertumpuk-tumpuk, bergerbong-gerbong.Bentuk-bentuk ikhtiar ditempuh sebisa-bisanya. Boleh dikata, tidak kurang-kurang usahanya.Berdoa dari A sampai Z, sejak awal ia panjatkan kepada Allah Ta'ala.Dapat dibilang, sepenuh waktu doanya mengalir. Sampai-sampai ia ingin menyerah. Di titik itu, ia hampir putus asa.Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, disadur dalam kitab 📚 : [ Shaidul Khatir, hlmn. 173 ] menulis,"Ada satu fakta menakjubkan yang aku perhatikan, yaitu hamba beriman ketika dihadapkan masalah yang berat ia lantas berdoa dengan sungguh-sungguh, namun ia tidak melihat doanya berhasil terwujud. Ketika ia hampir putus asa, di saat itulah hatinya akan dilihat"Beliau melanjutkan, "Jika dia ridha dengan takdir, tanpa putus asa sedikit pun dari karunia Allah 'azza
  • Mutiara Hikmah Salaf

    5 Aug, 01:05

    Dengan Hikmah dan LembutHikmah sering diartikan bijaksana. Mendekatkan orang kepada agama, bukan malah menyebabkan membenci agama, itupun hikmah.Rasulullah ﷺ bersabda :يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا"Buatlah mudah dan jangan mempersulit! Buatlah gembira dan jangan membikin orang lari!"📚 : [ HR Bukhari 69, Muslim 1734 ]Imam Ibnu Asakir rahimahullah, dalam 📚 : [ Tarikh Damaskus, 49/55 ] meriwayatkan kisah Muhammad bin Auf bin Sufyan At Tha'i. Beliau bercerita,"Saya bermain bola ketika masih remaja. Bola pun masuk ke masjid, di dekat tempat duduk Al Mu'afa bin Imran. Saya lalu masuk untuk mengambil bola tersebut.Al Mu'afa : Anak muda, engkau anaknya siapa ?Muhammad : Anaknya Auf
  • Mutiara Hikmah Salaf

    19 Jun, 06:30

    Di majelis ilmu kita akan bertemu dengan sahabat yang selalu mengingatkan akan akhiratDi majelis ilmu kita akan berjumpa dengan sahabat yang benar-benar sejati, yaitu sahabat yang selalu memberikan nasihat dan mengingatkan kita apabila salah. Sebuah ungkapan arab berbunyi :ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ“Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka”“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”Dengan Sering berjumpa dengan orang shalih yang sabar dengan kehidupan dunia ini dan tidak rakus akan harta dan kedudukan, hidup kita akan mudah dan lebih bahagia.Perhatikan bagaimana Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengisahkan tentang guru beliau yakni Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, beliau berkata:وكنا إذا اشتد بنا الخوف وساءت منا الظنون وضاقت بنا الأرض أتيناه، فما هو إلا أن نراه ونسمع كلامه فيذهب ذلك كله وينقلب انشراحاً وقوة
  • Mutiara Hikmah Salaf

    19 Jun, 06:30

    Jangan Tinggalkan Majlis Ilmu“Pada majelis ilmu ada dua hal utama yang membuat istiqamah sampai ajal menjemput. Yang utama, adalah ilmu yang menjaga kita dan kedua adalah sahabat yang shalih yang selalu meingingatkan akan akhirat”Saudaraku, apapun keadaannya dan bagaimanapun kondisinya, jangan pernah meninggalkan majelis ilmu. Jangan lah tinggalkan secara total, jika tidak bisa sepekan sekali, mungkin sebulan sekali, jika tidak bisa mungkin 2 atau 3 bulan sekali, insyaallah waktu itu selalu ada, yang menjadi intinya adalah apakah kita memprioritaskan atau tidak ? Jika tidak menjadi prioritas, maka tidak akan ada waktu dan tidak akan ada usaha untuk itu.Jangan pernah juga meninggalkan majelis ilmu karena sudah merasa berilmu atau telah menjadi “ikhwan senior”, para ustadz dan ulama pun terus belajar dan menuntut ilmu.Mereka yang berguguran dipersimpangan jalan dakwah adalah orang
  • Mutiara Hikmah Salaf

    1 Jun, 10:33

    Asa dan Rasa dalam IbadahImam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,"Barangsiapa yang hilang rasa senangnya terhadap Allah di kala bersama manusia namun mendapatkannya di saat menyendiri. Maka dia adalah orang yang jujur tapi lemah.Dan barangsiapa yang mendapatkan kesenangannya terhadap Allah di saat bersama manusia namun kesenangannya itu hilang tatkala ia sendiri. Maka dia adalah orang yang bermasalah.Dan barangsiapa yang kesenangannya terhadap Allah hilang baik tatkala bersama manusia atau tatkala sendiri. Maka dia ibarat mayat yang tidak berguna.Dan barangsiapa yang mendapatkan kesenangannya terhadap Allah baik tatkala sendiri atau ketika bersama manusia. Maka dia adalah orang yang mencintai Allah, jujur dan kuat dalam segala keadaan."Faidah yang sangat bermanfaat, teringat juga nasihat dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah :‏لا تحقر أخاك المسلم، حتى لو
  • Mutiara Hikmah Salaf

    26 May, 15:22

    Gerakan-gerakan Islam sekarang ini sebenarnya tidak kekurangan ilmu, justru ilmu mereka banyak mulai dari yang level santri sampai akademisi, namun kekurangan mereka adalah kurangnya dalam merealisasikan al-Wala wal Baro sehingga karena kepolosan mereka akhirnya musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nashara dan musyrikin akhirnya memperalat mereka sedang mereka tidak sadar.Sungguh indah kalam yang diuntaikan oleh Abul Wafa ibn Aqil sebagaimana dinukil oleh Ibn Muflih dalam al-Adab asy-Syar'iyyah:إذا أردت أن تعلم محل الإسلام من أهل الزمان فلا تنظر إلى زحامهم في أبواب الجوامع ولا ضجيجهم في الموقف بلبيك وإنما انظر إلى مواطأتهم أعداء الشريعة"Jika engkau ingin melihat dan mengetahui kedudukan Islam pada suatu zaman maka janganlah engkau melihat penuhnya mereka di pintu-pintu masjid atau berdesak-desakannya mereka ketika mengucapkan labbaik, namun lihatlah loyalitas mereka kepada
  • Mutiara Hikmah Salaf

    22 May, 15:29

    Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah رحمه الله berkata:"Sepanjang umurku sampai saat ini, aku tidak pernah mengajak seorang pun dalam masalah ushuluddin (aqidah) kepada madzhab Hanbali atau selain Hanbali, tidak pula aku menolongnya karena hal tersebut, dan tidak pernah pula aku sebutkan di dalam ucapanku. Tidaklah aku menyebut kecuali apa yang telah disepakati oleh para Salaf umat ini dan para ulamanya.Aku pernah berkata kepada mereka (penentangku) lebih dari sekali :Bahwasanya aku memberi waktu terhadap orang yang menyelisihiku selama tiga tahun. Jika ada satu huruf saja dari salah seorang ulama di tiga abad pertama yang menyelisihi apa yang aku katakan maka aku siap mengakuinya.Adapun apa yang aku katakan maka sungguh aku menyebutkannya justru dari para ulama di tiga abad pertama dengan lafal-lafal yang datang dari mereka, dan dengan lafal orang yang menukil ijma mereka dari berbagai
  • Mutiara Hikmah Salaf

    17 May, 16:26edited

    "Sungguh, seburuk-buruk kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat kelak adalah seseorang yang ditinggalkan manusia karena ingin menghindari keburukannya"📚 : [ HR Bukhari no. 6032, Muslim no. 2591 ]✍🏻 : Karawang, 17 Mei 2026 🏷️ Saluran WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029VaEoaDH8fewojMIGUD3J 📱Grup WA : https://chat.whatsapp.com/D9DZxLZewuj5ZMdMy1n9N9 📪 Telegram : http://t.me/mutiarahikmah_krw
  • Mutiara Hikmah Salaf

    17 May, 16:26

    Sepi, Sendiri, Lalu Sedih ?Manzhumah Al Baiquni menyadarkan kita bahwa kemanfaatan tidak selalu disertai ketenaran. Kebaikan tak selamanya diiringi keterkenalan. Ada hamba-hamba Allah yang tidak dikenal banyak orang, pengikutnya sedikit, bahkan entah ada ataukah tidak, namun karyanya terus mengalirkan kebajikan.Manzhumah Al Baiquni yang menjadi pegangan setiap pemula di bidang ilmu hadis, Manzhumah Al Baiquni yang di setiap masa, selalu diajarkan di majlis-majlis ilmu, Manzhumah Al Baiquni yang syarah-syarahnya tidak terhitung secara pasti karena saking banyaknya, Manzhumah Al Baiquni yang terkenal itu, siapakah gerangan penulisnya ?Tidak ditemukan satu pun biografi Al Baiquni. Tidak diketahui data dan informasi tentang Beliau secara panjang lebar.Nama saja diperdebatkan, siapa?Ada yang menyatakan nama Al Baiquni adalah Umar, ada juga berpendapat Thaha. Ayahnya? Ada yang
  • Mutiara Hikmah Salaf

    15 May, 07:13

    Larangan Meniup Saat Minuman PanasIslam adalah Agama yang memperhatikan aspek sosial dan kesehatan, bahkan hal yang kelihatan sepele pun tak luput dari pandangan karena yang disyariatkan sudah pasti baik untuk Ummat nya, terlebih didukung oleh kebenaran setelah di teliti ilmuwan zaman sekarang, salah satunya adalah Meniup Minuman ketika Panas.Salah satu adab minum adalah dilarang bernapas di dalam wadah dan juga dilarang meniup-niup saat minum. Adab ini kadang tidak diperhatikan oleh kita karena ingin buru-buru segera menikmati minuman yang sedang panas. Padahal menunggu sebentar atau tanpa meniup-niup, itu lebih selamat bahkan lebih sehat, karena perlu diketahui bahwa saat meniup-niup seperti itu, sejatinya udara yang kita keluarkan adalah udara yang tidak bersih (karbon dioksida).Dengan alasan inilah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia
  • Mutiara Hikmah Salaf

    9 Mar, 02:02

    Berangan-AnganImam Al Hasan al Bashri rahimahullah berpesan :"Janganlah engkau berandai-andai memiliki harta seperti milik si fulan atau si fulan. Karena engkau tidak mengerti, bisa jadi kehancurannya dikarenakan hartanya itu!?"📚 : [ Tafsir ath Thabari, no.9243 ]Dunia ini memang menggoda. Sejuta rayuan syahwat ada. Bagai lingkaran yang tak berujung karena terus bersambung. Manusia banyak menjadi korbannya.Melihat si A, andai aku seperti dia. Mendengar tentang si B, lalu berandai bisa sepertinya. Ada si C dengan kemilau dunia, ia andai-andai sama dengan si C.Harta, harta, dan harta. Pangkat, pangkat, dan pangkat. Rumah megah, mobil mewah, berpetak-petak sawah. Sehamparan tanah.Ah, manusia memang tak berhenti berkhayal untuk terus menambah dan menambah. Berhenti setelah ditanam dalam tanah.Imam Al Hasan al Bashri rahimahullah mengingatkan untuk tidak terlena. Jangan