gram news
Tausiyah Bimbingan Islam channel avatar

Tausiyah Bimbingan Islam

@tausiyahbimbinganislam

Tausiyah Bimbingan Islam

ProjectsIDReligion

24,201subscribers

Open the Channel

Latest posts

  • Tausiyah Bimbingan Islam

    23 Sept, 01:24

    Makna kata: { أَلۡفَيۡنَا } Alfaina : Kami dapatkan.Makna ayat: Tatkala Rasulullah berkata kepada mereka,”Ikutilah apa yang Allah turunkan” mereka mengatakan,”Tidak, kami akan mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.” Maha suci Allah mereka memilih untuk mengikuti apa yang didapati dari nenek moyang mereka walaupun itu hal yang bathil dan menyesatkan. Apakah mereka akan tetap mengikuti nenek moyang walaupun nenek moyang itu tidak mengerti sama sekali urusan syariat dan agama? Dan tidak mendapatkan petunjuk untuk mengikuti jalan kebaikan dan kebahagiaan?Pelajaran dari ayat: • Keharaman taqlid buta kepada orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan dan pemahaman agama. • Kebolehan mengikuti orang yang memiliki ilmu dan mengamalkan pendapatnya yang terambil dari wahyu ilahi yaitu al-Qur’an dan sunnah.Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    22 Sept, 02:10

    Karena Kesuksesan yang Paling Besar Bukan Saat Dunia Mengakui Kita. Tapi saat Allah menyatakan kita beruntung. Allah berfirman: “Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia telah memperoleh kemenangan.” (QS. Ali ‘Imran: 185) Jadi, silakan punya mimpi besar. Kejar ilmu. Bangun karier. Kembangkan bisnis. Cari rezeki yang halal. Tapi jangan sampai semua itu membuat kita lupa: Dunia adalah tempat berupaya dan sementara. Ingat, standar kemenangan yang sebenarnya bukan ditentukan oleh manusia. Tapi oleh Allah.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    21 Sept, 01:32

    Ayat ini patut menjadi sebuah contoh metode yang harus ditempuh dalalm memahami ayat-ayat mutasyabih, yaitu bahwasanya Allah menyebutkan tentang orang-orang yang ilmunya mendalam, yakni mereka berdoa kepada-Nya agar Allah tidak menjadikan hati-hati mereka condong setelah Dia memberi petunjuk kepada mereka. Allah telah memberitakan pada ayat-ayat yang lain tentang sebab-sebab dari condongnya hati orang-orang yang menyimpang tersebut, yaitu bahwa hal itu disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri seperti FirmanNya, "Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka" QS. -ash_shaf:5 dan FirmanNYa, "Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti." QS-At-Taubah:127Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    18 Sept, 01:58

    Mungkin shalat-mu panjang. Dzikir-mu banyak. Akan tetapi, kepada makhluk Allah, kita begitu mudah kasar, merendahkan, menyakiti, bahkan merasa tidak perlu peduli.Padahal Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman.” (HR. Tirmidzi no. 1924). Maka, setelah kita belajar bagaimana mendekat kepada Allah, jangan lupa belajar bagaimana menjadi manusia yang membawa rahmat bagi makhluk-Nya.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    17 Sept, 01:49

    Jika keutamaan shalat sunnah fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat Shubuh itu sendiri. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    16 Sept, 02:28

    Hendaknya kita peka dan terus memohon pertolongan kepada Allah agar terjaga dari perbuatan demikian. Dan, bagi seseorang yang menjadi bagian yang merayakan kegiatan tersebut hendaknya bertobat, memohon ampun pada Allah, lalu sama-sama kita mempelajari Tauhid dan mengamalkannya. Hanya kepada Allah kita memohon penjagaan dan pertolongan.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    15 Sept, 01:27

    Sikap ini sejalan dengan hadis dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, اِسْتَعِينُوا عَلَى إِنْجَاحِ الحَوَائِجِ بِالكِتْمَان فَإِنَّ كُلَّ ذِي نِعْمَةٍ مَحْسُود Gunakan cara rahasia ketika ingin mewujudkan rencana. Karena setiap pemilik nikmat, ada peluang hasadnya. (HR. Thabrani dalam al-Ausath 2455 dan dishahihkan al-Albani) Hadis ini bersifat umum, berlaku untuk semua kasus. Menjadi adab ketika seseorang hendak mewujudkan rencananya. Termasuk diantaranya rencana menikah. Dalam hadis dari Zubair bin Awam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَعْلِنُوا النِّكَاحَ “Umumkanlah nikah.” (HR. Ahmad 16130, Ibnu Hibban 4066 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    14 Sept, 01:29

    Maka tenanglah. Urus “jobdesk”-mu hari ini: bertakwa. Soal besok? Itu urusan Allah. “Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Talaq: 3) Kita tidak tahu apa yang menunggu di depan. Tapi kita tahu siapa yang memegang masa depan.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    11 Sept, 01:52

    Kadang kita terlalu percaya pada rumus: “Kalau effort-ku 2x lipat, kekayaanku juga harus 2x lipat.” Padahal hidup nggak sesederhana itu. Ada orang yang bekerja 12 jam sehari, tapi rezekinya cukup. Ada yang bekerja lebih sedikit, tapi Allah beri kelapangan yang luar biasa. Bukan berarti effort nggak penting. Penting. Bahkan kita tetap wajib berikhtiar. Tapi jangan pernah menyembah effort seolah-olah ia adalah pencipta hasil. Karena yang menentukan luas-sempitnya rezeki bukan tangan kita, melainkan Allah ﷻ. “Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki).” (QS. Ar-Ra’d: 26) Kalau hari ini effort-mu besar, tapi hasilnya belum sesuai (keinginan kita), jangan buru-buru merasa gagal. Allah paling tahu takaran yang paling pas untuk hamba-hamba-Nya.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    9 Sept, 01:18edited

    Ayat ini bukan alasan untuk menunjuk korban dan berkata, “Mereka sedang dihukum karena dosa.” Kita tidak tahu rahasia takdir Allah atas mereka. Namun, ayat ini cukup untuk membuat kita bercermin. Barangkali Allah sedang memperlihatkan sesuatu yang besar di luar sana agar kita menyadari sesuatu yang kecil di dalam diri: Sudahkah kita benar-benar dekat dengan-Nya? Sudahkah shalat kita membuat kita lebih tunduk? Sudahkah nikmat yang begitu banyak membuat kita lebih bersyukur? Atau selama ini kita baru merasa membutuhkan Allah ketika hidup mulai terasa tidak aman? Abu bisa memenuhi udara. Jangan biarkan kelalaian memenuhi hati.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    8 Sept, 02:14

    Jualan sepi hari ini bukan berarti rezekimu ikut berhenti. Istirahat kalau lelah, evaluasi kalau ada yang perlu diperbaiki. Tapi jangan menyerah. Besok buka lagi. Bismillah lagi. Ikhtiar lagi. Sebab tugas kita adalah berusaha, sementara hasilnya kita serahkan kepada Allah.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    7 Sept, 01:29

    Sebelum memejamkan mata malam ini, jangan lupa membaca Ayat Kursi.Mungkin kita sudah mengunci pintu rumah. Memastikan kendaraan aman. Mematikan kompor. Namun sering kali kita lupa melakukan penjagaan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Dalam hadits sahih, Rasulullah ﷺ membenarkan bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur, Allah akan mengutus penjaga untuknya dan setan tidak akan mendekatinya hingga waktu Subuh. Hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit, tetapi keutamaannya begitu besar. Jadikan Ayat Kursi sebagai penutup harimu. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan rumah-rumah kita dari gangguan setan serta memberikan tidur yang penuh ketenangan dan keberkahan. Aamiin.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    3 Sept, 02:05

    Artinya, setiap bentuk kebaikan yang kita berikan kepada makhluk hidup termasuk kucing, burung, atau hewan lainnya, akan mendapatkan ganjaran dari Allah. Memberi makan kucing bukan sekadar bentuk kepedulian.Ia adalah bukti bahwa hati kita masih memiliki kasih sayang, dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah penduduk bumi, niscaya Dzat yang di langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Dawud no. 4941 dan Tirmidzi no. 1924, hasan sahih) Mulailah dari hal yang sederhana. Satu mangkuk air. Sedikit makanan. Semoga menjadi amal yang mengantarkan kita kepada rahmat Allah.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    2 Sept, 01:26

    Selama pintu taubat masih terbuka, manfaatkan. Selama adzan masih terdengar, segeralah memenuhi panggilannya.Selama Al-Qur'an masih bisa dibaca, bacalah. Selama tubuh masih mampu bersujud, sujudlah. Karena ujian terbesar bukanlah beratnya hidup. Tetapi ketika kesempatan beramal telah habis, sementara kita baru menyadari bahwa tidak ada lagi konsep "remedial" dalam kehidupan ini.Hanya kepada Allah kita memohon petunjuk dan hidayah,
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    1 Sept, 01:21

    Yang dimaksud bersumpah dengan menyebut selain nama Allah -yang dianggap musyrik- maksudnya, mencakup segala sesuatu selain Allah, baik itu Ka’bah, rasul, langit, malaikat dan lain-lain. Misalnya, yaitu dengan mengatakan “demi Ka’bah”, atau “demi Rasulullah”, “demi Jibril”, demi cintaku kepadamu, demi langit yang luas, dan seterusnya. Tetapi, larangan ini tidak mencakup sumpah dengan menyebut sifat Allah, karena sifat itu mengikuti Dzat yang disifatinya (Allah). Oleh karena itu, kita boleh mengatakan “demi kemuliaan Allah…” Karena besarnya dosa bersumpah dengan menyebut selain nama Allah, sehingga Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu mengatakan : “Kalau aku bersumpah dengan menyebut nama Allah dengan kedustaan, maka hal itu lebih aku sukai daripada bersumpah secara jujur dengan menyebut selain nama Allah” [Dikeluarkan oleh Abdur Razaq 8/469, Thabari dalam Al Kabir (8902)].
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    31 Aug, 02:00

    Betapa banyak di antara kita yang sedang memiliki hajat. Ada yang sedang menunggu pekerjaan. Ada yang sedang berjuang melunasi utang. Ada yang sedang mencari jodoh. Ada yang sedang menginginkan keturunan. Ada yang sedang berjuang memperbaiki diri. Lalu Allah bangunkan dirinya di sepertiga malam, tetapi ia memilih kembali tidur tanpa mengingat-Nya. Mulai malam ini, jangan buru-buru tidur lagi ketika terbangun. Mungkin itu bukan sekadar haus. Mungkin itu bukan sekadar ingin ke kamar mandi. Mungkin Allah sedang membuka pintu yang selama ini kita ketuk dalam doa-doa kita.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    28 Aug, 01:35

    Nabi Ibrahim 'alaihissalam mengajarkan kepada kita sebuah doa yang jauh lebih dalam: Beliau tidak hanya meminta kebaikan dunia. Beliau memohon agar dirinya dan keturunannya menjadi orang-orang yang menjaga shalat. Karena beliau paham, jika hubungan dengan Allah baik, maka urusan yang lain akan lebih mudah untuk diperbaiki. Hari ini mungkin kita khawatir tentang masa depan anak-anak kita. Takut dengan pergaulan mereka. Takut dengan fitnah zaman. Takut dengan dunia yang semakin rumit. Maka jangan lupa panjatkan doa ini. Sebab salah satu warisan terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada anak-anaknya bukan hanya pendidikan, harta, atau fasilitas. Tetapi hati yang mencintai shalat dan dekat dengan Allah. Semoga Allah menjadikan kita, pasangan kita, anak-anak kita, dan keturunan kita sebagai orang-orang yang menjaga shalat hingga akhir hayat. Aamiin. 🤍
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam
  • Tausiyah Bimbingan Islam

    27 Aug, 01:26

    Jangan biarkan shalatmu berakhir begitu saja. Lengkapi dengan dzikir, doa setelah wudu, dan Ayat Kursi yang Rasulullah ﷺ ajarkan. Karena seorang Muslim yang cerdas bukan hanya yang banyak beramal. Tetapi yang menjaga amalan-amalan kecil yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.Bisa jadi amalan yang sering diremehkan manusia itulah yang kelak menjadi sebab Allah membukakan pintu surga untuknya.
    Image from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan IslamImage from a post by Tausiyah Bimbingan Islam